Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar

Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar

Ketua Harian STI Dukung Kemenpora untuk Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar 2045

Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar . Ketua Harian STI (Sarana Tani Indonesia), Bapak Ahmad, memberikan dukungannya kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam upayanya untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup sehat dan mewujudkan visi Indonesia Bugar 2045. Dalam sebuah wawancara, Bapak Ahmad menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.

Menurut Bapak Ahmad, Indonesia Bugar 2045 adalah sebuah gerakan nasional yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan bugar pada tahun 2045, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya. Gerakan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan memiliki daya saing tinggi.

Bapak Ahmad juga mengungkapkan bahwa peran Kemenpora sangat penting dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Kemenpora memiliki akses yang luas untuk berkomunikasi dengan masyarakat melalui program-program olahraga dan pemuda. Dengan dukungan dari Kemenpora, gerakan Indonesia Bugar 2045 dapat lebih efektif dalam mencapai tujuannya.

Selain itu, Bapak Ahmad juga menyoroti pentingnya peran STI dalam mendukung gerakan ini. STI adalah organisasi yang bergerak di bidang pertanian dan memiliki jaringan yang luas dengan petani di seluruh Indonesia. Bapak Ahmad berharap STI dapat berperan aktif dalam mengedukasi petani tentang pentingnya hidup sehat dan mengajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan olahraga.

Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar

Bapak Ahmad juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mencapai Indonesia Bugar 2045. Selain olahraga, aspek-aspek lain seperti nutrisi dan kesehatan mental juga harus diperhatikan. Bapak Ahmad berharap masyarakat dapat mengadopsi gaya hidup sehat secara menyeluruh, termasuk mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga keseimbangan emosi.

Dalam mendukung gerakan ini, Bapak Ahmad juga mengajak seluruh anggota STI untuk terlibat aktif dalam kegiatan olahraga dan menjaga pola hidup sehat. STI akan mengadakan berbagai kegiatan seperti senam pagi, lomba lari, dan pertandingan olahraga lainnya untuk mengajak anggota dan masyarakat umum untuk berpartisipasi.

Bapak Ahmad berharap dengan adanya dukungan dari STI dan Kemenpora, gerakan Indonesia Bugar 2045 dapat mencapai targetnya untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan bugar pada tahun 2045. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam gerakan ini dengan menjaga kesehatan dan kebugaran diri sendiri serta mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dalam mengakhiri wawancara, Bapak Ahmad menyampaikan harapannya bahwa gerakan Indonesia Bugar 2045 dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan bugar. Ia berharap Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia dalam menjaga kesehatan dan kebugaran masyarakatnya.

Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar

Jakarta: Ketua Harian Senam Tera Indonesia (STI) Juniwati T. Masjchun Sofwan, menyampaikan terima kasih kepada Kemenpora RI atas kolaborasi yang terjalin rutin dalam Senam Jumat Krida. Kolaborasi ini dalam rangka mencapai Desain Besar Olahrga Indonesia (DBON) serta menyehatkan masyarakat di tahun 2045.

“Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Kemenpora RI atas program Jumat Krida ini. Menurut saya, ini adalah suatu bentuk apresiasi Kemenpora terhadap induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga),” kata Juniwati usai senam bersama di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (15/12) pagi.

Dengan adanya pertemuan setiap bulan ini lanjutnya, akan terjalin komunikasi yang baik dan akan terjadi informasi yang bisa didapatkan dalam rangka menyehatkan masyarakat. “Kolaborasi ini dalam rangka mencapai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimana kita harus membugarkan masyarakat Indonesia di tahun 2045,” urainya.

“Saya berharap program ini dapat dipertahankan, diteruskan bahkan dibuat lebih baik lagi. Artinya komunikasi itu bukan hanya dilaksanakan sebulan sekali saja. Karena suatu kementerian itu kalau tidak ada jalur dan saluran dengan masyarakat terutama inorga maka akan percuma,” tegasnya.

Masyarakat lanjutnya, adalah tumpuan dari suatu kementerian khususnya di Kemenpora. “Itu harapan kami agar Kemenpora bisa lebih baik di masa depan terutama dalam rangka kerjasama kolaborasi dengan Inorga-inorga,” papar Juniwati.

Ajak Masyarakat Sehat Wujudkan Indonesia Bugar

STI adalah senam pernafasan pokok yang dahulu berasal dari Tiongkok, dimana yang diutamakan adalah pernafasan pokok yang menyehatkan tubuh. Senam ini cocok dilakukan semua kalangan usia.

“Saat itu yang mempromosikan adalah Presiden Soeharto kemudian menginstruksikan kepada Menpora untuk Senam Tai Chi dan di Indonesia kan menjadi Senam Tera Indonesia,” kilasnya.

“Jadi, senam ini sifatnya terapi untuk menyehatkan terutama sendi-sendi, jantung, paru-paru. Jadi, bukan sembarang senam karena ada unsur terapinya. Dan senam ini untuk semua usia sangat cocok,” tutupnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan Mengepal : Merupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaitu: Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis

By seothai